View Full Version
Sabtu, 06 Mar 2010

Bom Taliban Masih Jadi Masalah Utama Tentara Amerika di Marjah

KABUL (voa-islam.com): Ribuan tentara pimpinan Amerika yang terlibat dalam serangan ofensif besar untuk mengamankan  benteng Taliban di Afghanistan selatan masih menghadapi empat hingga enam serangan bom setiap harinya, kata pejabat NATO pada hari Kamis.

Crude bom atau dikenal sebagai bahan peledak improvisasi (IED) adalah masalah utama yang dihadapi 15.000 tentara Amerika, NATO dan pasukan Afghanistan ketika mereka mengkonsolidasikan kontrol Nad Ali Marjah dan wilayah provinsi Helmand.

"Ada banyak improvisasi alat peledak di Nad Ali dan Marjah yang telah ditempatkan oleh para pemberontak," kata juru bicara NATO Brigadir Jenderal Eric Tremblay kepada wartawan. Setiap hari rata-rata ada "antara empat hingga enam serangan bom (IED)," kata Tremblay, menambahkan: "Tidak semua serangan  menyebabkan korban." Operasi di Helmand diluncurkan mulai tanggal 13 Februari kemarin, ini adalah operasi terbesar militer barat sejak mereka mulai melakukan penjajahan tahun 2001 untuk menggulingkan Taliban yang berkuasa sah sejak 1996.

Ada sekitar 121.000 pasukan AS dan NATO di Afghanistan yang bertempur melawan pejuang Afghanistan, jumlahnya akan meningkat hingga 150.000 pada bulan Agustus dengan sebagian besar dikirim ke selatan sebagai rencana pertempuran baru untuk menggulung Helmand dan Kandahar.

IEDs telah menjadi senjata penting untuk melawan pasukan internasional dan Afghanistan, bom ini yang menyebabkan mayoritas kematian dan cedera tentara Barat.

Para ahli mengatakan bom ini murah dan mudah untuk dibuat, bisa dipasang timer atau remote control, juga dapat diledakkan ketika kendaraan melintas di atas piringan tekanan yang dijadikan sebagai detonator untuk menyebabkan kerusakan maksimum.

Tremblay, yang mewakili NATO's International Security Assistance Force (ISAF), mengatakan antara enam hingga delapan IED berhasil dijinakkan setiap hari.

IED Taliban masih menjadi masalah utama bagi pasukan Amerika di Marjah, meskipun pasukan Barat baru-baru ini mengklaim telah menguasai Marjah dan pemerintah Afghanistan mulai mendirikan administrasi negara di propinsi Helmand tersebut.

[thenews]


latestnews

View Full Version