View Full Version
Sabtu, 17 Mar 2012

Taliban Serang Pangkalan Militer AS di Bagram dengan Rudal

AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Para pejuang Taliban telah melancarkan serangan rudal terhadap sebuah pangkalan udara AS di Afghanistan menyusul upaya pembunuhan yang gagal terhadap Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta, Press TV melaporkan.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan pada Jumat (16/3/2012) bahwa para pejuang Islam menembakkan dua rudal ke pangkalan udara AS di Bagram pada dini hari.

Dia mengatakan pasukan Amerika banyak yang tewas dalam serangan itu.

Pejabat militer AS mengkonfirmasi pangkalan udara diserang, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut seperti tentang kemungkinan jumlah korban.

Pangkalan udara Bagram, pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Afghanistan, terletak di Provinsi Parwan, utara Kabul.

Pada hari Rabu, Panetta dilaporkan lolos dari serangan yang diduga bom mobil setelah seorang pria mengendarai kendaraan curian ke landasan pacu tempat dimana pesawatnya akan mendarat di pangkalan militer Camp Bastion di Afghanistan.

..Zabiullah Mujahid mengatakan pada Jumat (16/3/2012) bahwa para pejuang Islam menembakkan dua rudal ke pangkalan udara AS di Bagram pada dini hari..

Kunjungan Panetta datang beberapa hari setelah pasukan AS melakukan  penembakan yang menewaskan lebih dari 16 warga sipil Afghanistan di dalam rumah-rumah mereka di provinsi selatan Kandahar.

Pada akhir Februari, pasukan AS di pangkalan itu menyulut kemarahan di kalangan warga Afghanistan setelah mereka membakar Alqur'an yang disita dari para narapidana yang ditahan di pusat penahanan di di Bagram yang dikelola AS.

Langkah ini memicu protes di seluruh Afghanistan, di mana puluhan orang termasuk beberapa pasukan AS tewas.

Markas tersebut, yang sering menjadi sasaran roket dan mortir Taliban, telah menyaksikan peningkatan serangan.

Pada tanggal 10 Maret, Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan AS, mengklaim bahwa sejumlah tentara asing tewas dalam serangan itu.

Serangan itu terjadi setelah Amerika Serikat akhirnya setuju untuk menyerahkan kontrol dari penjara terkenal Bagram kepada pemerintah Afghanistan, dalam sebuah langkah untuk mengurangi ketegangan hubungan antara  Kabul-Washington. (by/ptv)


latestnews

View Full Version