View Full Version
Selasa, 08 Oct 2013

Oposisi Suriah Lancarkan Serangan Besar di 2 Pangkalan Militer Assad di Barat Laut

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Pejuang oposisi Suriah hari Senin (7/10/2013) melancarkan serangan besar pada dua pangkalan militer utama rezim Bashar Al-Assad di barat laut Suriah, menewaskan 10 tentara pemerintah dalam pertempuran yang nampaknya terberat selama berbulan-bulan di daerah tersebut, kata para aktivis.

Serangan itu, yang diberi nama "Gempa" bertujuan untuk merebut Wadi Deif dan Hamidiyeh, dimana pejuang oposisi terkepung selama hampir satu tahun, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Wadi Deif, perumahan garnisun sejumlah besar senjata di provinsi Idlib, terletak dekat Hamidiyeh, kubu militer terakhir di wilayah itu yang masih berada di tangan tentara Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Roket dan mortir dari para pejuang oposisi menewaskan sedikitnya 10 tentara dan menghancurkan tiga tank, kata Observatorium, sebuah organisasi berbasis di Inggris yang mengandalkan aktivis lapangan di Suriah untuk informasinya.

Pasukan yang setia kepada Assad membombardir posisi pejuang oposisi di sekitar dua basis dengan tong-tong penuh dengan bahan peledak, tambahnya.

Para pejuang oposisi telah berulang kali mencoba untuk mengambil kendali dari dua pangkalan tersebut selama tahun lalu, tetapi belum berhasil.

Mereka yang terlibat dalam serangan hari Senin berasal dari Tentara Pembebasan Suriah, kekuatan pejuang oposisi utama yang didukung oleh pemerintah Arab dan Barat, dan Liwa Al-Umma, sebuah brigade Islam yang mencakup pejuang asal Libya, kata Observatorium.

Perang sipil Suriah sendiri telah menarik para pemuda dari seluruh dunia baik di dalam maupun luar Arab ikut terjun di dalam konflik yang semakin hari berubah menjadi semakin sekterian antara mayoritas Sunni Suriah yang tertindas melawan pemerintahan minoritas Syi'ah Alawit namun menguasai pemerintahan di Suriah.

Perang yang diawali dengan protes damai warga menetang beberapa dekade kekuasaan keluarga Assad pada tahun 2011, yang kemudian dihadapi dengan kejam dan brutal oleh rezim Damaskus,  hingga kini telah menewaskan lebih dari 110.000 orang. (st/tds)


latestnews

View Full Version