View Full Version
Ahad, 05 Jan 2014

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab atas Serangan Bom di Kubu Syi'ahHizbullah

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hari Sabtu (4/12013) menyatakan bertanggung jawab untuk bom mobil pekan ini di pinggiran selatan Beirut yang menewaskan beberapa orang.

"Mengingat upaya keamanan Negara Islam, [kami] mampu memecahkan batas-batas dan menyusup ke sistem keamanan dari partai setan (sebuatan untuk militan bersenjata Syi'ah) di Libanon dan menyerang di jantung benteng mereka, yang itu juga dikenal sebagai zona keamanan di pinggiran selatan Beirut pada hari Kamis," kata pernyataan yang dikeluarkan secara online oleh kelompok mujahidin Suriah tersebut.

ISIS menambahkan bahwa bom mobil tersebut adalah " [serangan] kecil pertama itu dari sekumpulan harga yang tinggi yang para penjahat akan bayar."

Tentara Libanon mengkonfirmasi serangan itu dilakukan oleh seorang pembom jibaku yang diidentifikasi sebagai Qotaiba Mohammad al-Satem dari wilayah utara Wadi Khaled di Akkar.

Pengumuman militer muncul setelah ahli forensik melakukan tes DNA pada jenazah manusia yang ditemukan di mobil Grand Cherokee yang hancur, serta pada para korban dan ayah Satem.

Bom mobil di lingkungan padat penduduk dari Haret Hreik, kubu Syi'ah Hizbullah, menewaskan empat orang dan melukai 77 lainnya.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada The Daily Star Jumat bahwa Satem telah menghilang tiga bulan lalu, dan bahwa ia telah berjuang di Suriah dengan kelompok mujahidin Negara Islam Irak dan Suriah Raya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa ayah Satem secara teratur memimpin shalat di sebuah masjid di Wadi Khaled dan bahwa ia dikenal karena sikap ekstrim melawan rezim Suriah.

Sumber itu menambahkan bahwa Satem adalah seorang mahasiswa teknik di Libanon International University di Koura. (st/tds)


latestnews

View Full Version