View Full Version
Jum'at, 12 Aug 2016

Pejuang Oposiis Suriah Tewaskan 5 Jenderal Rezim Assad selama Sepekan Pertempuran Aleppo

ALEPPO, SURIAH (voa-islam.com) - Pejuang oposisi Suriah berhasil menewaskan 5 Jenderal rezim Suriah dari berbagai kesatuan dalam sepekan pertempuran berdarah di Aleppo yang menyaksikan mujahidin berhasil mematahkan pengepungan penting yang diberlakukan oleh pasukan pro-rezim terosi Assad di bagian timur kota itu, kantor berita NOW News Libanon melaporkan hari Kamis (11/8/2016) mengutip sebuah outlet berita pro-oposisi.

Pemakaman, beberapa dari mereka ditampilkan di televisi, diadakan di seluruh wilayah pro-rezim untuk berkabung atas terbunuhnya para Jenderal, selain seorang Kolonel, empat Mayor, empat kapten, dan lima letnan, situs All4Syria melaporkan Selasa.

Poster-poster 'Kemartiran" yang dimunculkan dalam laporan itu menggambarkan para personil senior, termasuk Jenderal Yasir Muhsin Miya dan Muhammad Ali Sharbo, dengan berbagai penghargaan termasuk baret militer, medali, dan bintang-bintang kerah.

Tidak diketahui secara pasti kerugian dari pihak rezim dalam pertempuran memecahkan pengepungan Aleppo, namun beberapa sumber menyebutkan korban tewas pro-rezim mencapai ratusan personel.

Sebuah pengepungan selama sebulan diberlakukan oleh rezim, yang menimbulkan kekhawatiran dampak kemanusiaan yang parah termasuk kelaparan untuk 300.000 warga lingkungan timur Aleppo yang dikuasai oposisi, dihancurkan pada Sabtu ketika sebuah koalisi pasukan oposisi menyerbu sebuah kompleks militer kunci di dalam Ramouseh, sehingga menghubungkan kembali daerah terkepung dengan wilayah yang dikuasai mujahidin di barat daya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyebutnya "kehilang militer simbolik dan terbesar yang oleh rezim Assad yang ditopang, Rusia, Iran dan Syi'ah Hizbullata Libanon sejak awal 2013."

Selain itu, pejuang Hizbullata juga dilaporkan kehilangan setidaknya selusin dari barisan mereka selama bentrokan.

Dalam klip audio yang dikatakan oleh sumber-sumber oposisi telah bocor dari milisi Syi'ah bersenjata Libanon tersebut, seorang pejuang Syi'ah Hizbullata diduga mengeluh ditinggalkan kabur di medan perang oleh sekutunya dari tentara Nushairiyah Suriah, Syi'ah Iran, dan Afghanistan. "Mereka semua meninggalkan kami [...] tentara hancur," seorang pria dengan aksen Libanon selatan tendengar mengatakan.

Kelompok militan Syi'ah ini telah dilaporkan sejak itu memanggil bala bantuan, seperti halnya yang telah dilakukan tentara Suriah, yang bertujuan untuk mencegah keuntungna pejuang oposisi lebih lanjut di kota yang sangat strategis tersebut. Sementara itu, koalisi pejuang oposisi "Jaisyul Fath"', untuk bagiannya, telah bersumpah untuk melakukan tekanan sampai "membebaskan" semua Aleppo."


latestnews

View Full Version