View Full Version
Rabu, 31 Aug 2016

10 Orang dalam Serangan Bom Mobil Al-Shabaab Dekat Istana Presiden Somalia

MOGADISHU, SOMALIA (voa-islam.com) - Setidaknya 10 orang, termasuk tentara dan warga sipil, tewas di ibukota Somalia Mogadishu pada Selasa (30/8/2016) ketika sebuah bom mobil yang diklaim oleh Al-Shabaab meledak di luar Istana Presiden dan juga merusak dua hotel di dekatnya, kata seorang pejabat.

Menteri informasi Mohamed Abdi Hayir mengatakan kepada radio pemerintah bahwa pertemuan para pejabat keamanan sedang berlangsung di dalam salah satu hotel, SYL, pada saat ledakan dan menyebabkan satu menteri dan beberapa wartawan radio negara terluka dalam serangan itu.

Hotel ini sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah dan polisi mengatakan mereka yakin hotel itu kemungkinan sasaran.

Hotel SYL dan fasilitas perhotelan lain, keduanya berada di dekat Istana Presiden, yang sebagian hancur oleh ledakan, Mayor Mohamed Ali, seorang polisi, mengatakan kepada Reuters.Feisal Omar

"Ledakan itu menewaskan 10 (orang) termasuk tentara dan warga sipil dan 30 lainnya terluka," kata Ali.

Tembakan terdengar setelah ledakan dan awan besar membumbung naik di atas istana, di luar sisa-sisa mobil dan darah berceceran, menurut seorang saksi mata kepada Reuters.

Radio Andaluz Al-Shabaab mengatakan kelompok itu berada di balik serangan tersebut dan juru bicara operasi militer mereka, Syaikh Abdiazis Abu Musab, mengatakan serangan itu menewaskan 15 tentara dan "melukai banyak lainnya termasuk seorang anggota parlemen".

Dalam insiden terpisah, para pejuang Al-Shabaab menyerang pangkalan militer yang menjadi tempat pasukan pemerintah dan Uni Afrika di barat daya dari ibukota Mogadishu Senin, polisi dan kelompok itu mengatakan, Selasa.

perwira militer Mayor Bile Farah mengatakan seorang tentara dan dua pejuang al Shabaab tewas dalam serangan di K-50 dan Muri di wilayah Lower Shabelle.

Abu Musab mengatakan kepada Reuters pejuang kelompok itu telah membunuh 10 tentara dan merebut sebuah kendaraan dari tentara pemerintah Somalia dalam serangan hari Senin. (st/Reuters)


latestnews

View Full Version