View Full Version
Kamis, 20 Apr 2017

2 Pejuang Thailand Selatan Terbunuh Setelah Bom yang Mereka Bawa Meledak Sebelum Waktunya

SONGKHLA, THAILAND (voa-islam.com) - Dua pejuang Patani terbunuh di pedalaman selatan Thailand yang dilanda kekerasan setelah sebuah bom yang mereka bawa meledak sebelum waktunya, kata militer Kamis (20/4/2017).

Kolonel Yutanam Petchmoang, wakil juru bicara tentara selatan, mengatakan bahwa kedua pejuang tersebut terbunuh saat mengangkut alat peledak rakitan di distrik Sabayoi, provinsi Songkhla.

"Mereka berada di atas sepeda motor," katanya. "Kami memiliki catatan mereka bahwa mereka adalah simpatisan pejuang lokal." Militer mengatakan bahwa pejuang Patani melancarkan serangkaian serangan senjata dan granat di Thailand selatan pada Rabu malam dengan 13 insiden terpisah tercatat.

Tidak ada yang terbunuh dalam serangan tersebut namun lima orang luka ringan.

serangan bom dan tembak lari adalah kejadian mingguan di Thailand selatan dimana pertempuran tersebut telah menewaskan lebih dari 6.800 orang - kebanyakan warga sipil - sejak 2004.

Kedua belah pihak telah dituduh melakukan pelanggaran hak dan kekejaman.

Provinsi-provinsi perbatasan paling selatan di negara tersebut, bekas kesultanan Melayu Muslim, dicaplok oleh Bangkok lebih dari seabad yang lalu.

Junta, yang merebut kekuasaan pada tahun 2014, telah mengadakan beberapa putaran negosiasi dengan satu kelompok yang mengklaim mewakili para pejuang pemisahan diri selatan, Mara Patani.

Namun perundingan tersebut gagal membuat kemajuan dan banyak yang meragukan negosiator pejuang selatan tersebut memiliki pengaruh terhadap para pejuang lain di lapangan.

Gerakan pejuang selatani bayangan jarang mengklaim mereka telah melancarkan serangan dan diyakini memiliki beberapa faksi.

Fraksi terbesar yang mengendalikan pejuang paling banyak - Barisan Revolusi Nasional (BRN) - mengeluarkan sebuah pernyataan langka awal bulan ini untuk menyatakan penentangannya terhadap perundingan damai yang dipimpin oleh Thailand.

Pihak militer menolak berbicara dengan BRN meskipun sebagian besar analis mengatakan Mara Patani tidak banyak berpengaruh terhadap para pejuang selatan yang melakukan pertempuran sebenarnya.

BRN mengatakan akan datang ke meja perundingan jika pihak ketiga menengahi perundingan dan pengamat internasional diperbolehkan - tuntutan yang  militer Thailand telah berulang kali menolak untuk merima. (st/ptv)


latestnews

View Full Version