View Full Version
Ahad, 10 Jun 2018

SOHR: HTS Serang Pasukan Pro-Assad di Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

IDLIB, SURIAH (voa-islam.com) - Bentrokan mematikan meletus semalam saat para pejuang oposisi menyerang dua desa Syi'ah yang dikontrol rezim di Suriah barat laut, kata sebuah kelompok pemantau pada hari Ahad (10/6/2018).

Desa-desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya mewakili kantong kecil wilayah yang dikuasai rezim di provinsi barat laut Idlib, Suriah, yang hampir sepenuhnya dikendalikan oleh berbagai faksi oposisi termasuk jihadis.

Pertempuran sesekali meletus di sana tetapi garis depan telah tenang dalam beberapa bulan terakhir.

Sabtu larut malam, para pejuang dari Hay'at Tahrir Al-Sham menyerang Fuaa dan Kafraya, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

"Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mulai menembaki kedua desa, dan membobol Fuaa untuk menyerang pejuang lokal," kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman.

"Ini serangan paling dahsyat dalam tiga tahun," katanya kepada AFP.

Pertempuran tersebut, yang berlangsung hingga hari Ahad, telah menewaskan enam pejuang pro-rezim Suriah dan setidaknya tiga dari HTS.

Kantor berita negara Suriah SANA juga melaporkan serangan itu, dan mengklaim petempur Syi'ah lokal telah mampu mendorong HTS kembali.

Sekitar 10.000 orang, kebanyakan dari mereka pemeluk Syi'ah, diperkirakan tinggal di dua desa tersebut. Pasukan Suriah juga memegang beberapa wilayah di timur Idlib, termasuk pangkalan udara Abu Duhur.

Sebagai pembalasan atas serangan itu, pesawat tempur Suriah memukul beberapa kota di sekitar Fuaa dan Kafraya pada hari Ahad, kata koresponden AFP dan seorang monitor.

Fuaa dan Kafraya adalah dua tempat di Suriah yang saat ini ditetapkan oleh PBB sebagai dikepung.

Taktik pengepungan telah digunakan di seluruh konflik Suriah selama tujuh tahun, sebagian besar oleh rezim teroris Assad.

Pasukan pemerintah Assad telah menggunakan taktik itu bersamaan dengan pemboman besar-besaran untuk memotong makanan dan obat-obatan ke wilayah yang dikuasai oposisi, lalu memaksa orang-orang setuju untuk pergi dalam kesepakatan transfer penduduk. Setelah perjanjian semacam itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak lagi menganggap wilayah-wilayah itu terkepung.

Nasib Fuaa dan Kafraya telah sangat dipengaruhi oleh kesepakatan tersebut.

Mereka membuat bagian dari Perjanjian Empat Kota, sebuah kesepakatan kompleks yang melihat evakuasi gayung bersambut dan pengiriman bantuan antara Fuaa dan Kafraya di satu sisi, dan kota-kota yang dikuasai pemerintah di Zabadani dan Madaya.

Idlib, yang terletak di perbatasan dengan Turki, telah melihat balon populasinya dalam beberapa tahun terakhir ketika para pejuang oposisi dan warga sipil yang dievakuasi dari daerah oposisi lainnya dibuang di sana.

Pejuang oposisi menguasai sebagian besar Idlib pada tahun 2015, tetapi pengaruh oposisi arus utama telah menyusut karena para jihadis seperti HTS telah mengukuhkan cengkeraman mereka di provinsi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan rezim telah merebut kembali sebagian provinsi dan kelompokIslamic State (IS) melakukan serangan gerilya di sana terhadap saingannya dari HTS.

Pekan lalu, bentrokan di Idlib antara HTS dan sel tidur IS yang terdiri dari pejuang asal Irak menyebabkan lebih dari dua lusin petempur tewas, sebagian besar dari IS.

Sebagai pembalasan, sel IS mengeksekusi lima pejuang HTS yang telah diculik di Idlib, Observatorium yang berbasis di Inggris, Ahad.

HTS juga membunuh enam anggota IS yang ditangkap dalam bentrokan itu. (st/AFP)

Share this post..

latestnews

View Full Version