View Full Version
Kamis, 09 Aug 2018

Al-Shabaab Tewaskan 5 Tentara KDF dalam Serangan di Utara Kenya

NAIROBI, KENYA (voa-islam.com) - Kelompok Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaidah di Kenya telah menewaskan sedikitnya lima tentara dalam serangan bom pinggir jalan di bagian utara negara itu, kata seorang pejabat senior pemerintah.

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan tentara dari Pasukan Pertahanan Kenya (KDF) tewas pada Rabu (8/8/2018) ketika truk mereka menabrak sebuah alat peledak rakitan (IED) di daerah pesisir Lamu.

Juru bicara KDF Letnan Kolonel Paul Njuguna, bagaimanapun, mengaku kepada Reuters bahwa enam tentara terluka, tiga kritis, dalam ledakan tetapi tidak ada yang tewas.

“Ada IED, yang melukai enam tentara kami. Tiga dari mereka berada dalam kondisi kritis tetapi mereka telah diterbangkan untuk perawatan khusus. Yang terluka stabil, ”katanya.

Tidak segera jelas mengapa laporan KDF dan pejabat pemerintah berbeda.

Seorang juru bicara Al-Shabaab mengatakan kelompok itu berada di balik serangan terhadap konvoi KDF dan mengklaim sembilan tentara telah tewas.

Al-Shabaab yang bermarkas di Somalia telah bersumpah membalas dendam terhadap Kenya karena mengirim pasukan melintasi perbatasan ke Somalia pada 2011 untuk memerangi kelompok itu.

Al-Shabab telah melihat kekuatannya berkurang sejak awal operasi tentara Kenya; Namun, kelompok pejuang yang berbasis di Somali itu terus melancarkan serangan mereka.

Para pejabat keamanan Kenya mengatakan para pejuang Al-Shabaab telah menggunakan hutan Boni, yang terletak di perbatasan Kenya-Somalia, sebagai tempat persembunyian dan landasan untuk serangan.

Kelompok itu telah meningkatkan serangannya dalam beberapa bulan terakhir, menggunakan alat peledak buatan sendiri.

Di negara tetangga Somalia, Al-Shabaab telah didorong keluar dari semua benteng dan pelabuhan kota besar tetapi terus melancarkan serangan pada target-target pasukan keamanan di daerah yang lebih kecil dan lebih terpencil. (st/ptv)

Share this post..

latestnews

View Full Version