View Full Version
Senin, 22 Apr 2019

Taliban: Putaran Negosiasi Berikutnya dengan AS Berfokus pada Penarikan Pasukan Asing

DOHA, QATAR (voa-islam.com) - Seorang pejabat tingkat atas kelompok pejuang Taliban mengatakan putaran negosiasi berikutnya antara mereka dan Amerika Serikat akan fokus pada jadwal penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara dengan AFP di ibukota Qatar, Doha, pada hari Sabtu (20/4/2019), juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan negosiasi sebelumnya dengan Washington telah melihat kedua pihak sepakat untuk penarikan total.

"Dalam perundingan terakhir kami dengan pihak AS, kami sepakat dengan mereka tentang penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan," kata Shaheen.

Sebagai imbalan untuk penarikan, jurubicara militan mengatakan, Taliban telah berkomitmen untuk mencegah kelompok-kelompok jihadis di sana menggunakan Afghanistan sebagai landasan untuk serangan terhadap negara-negara lain.

Shaheen mengatakan bahwa perjanjian perlu disempurnakan pada pembicaraan mendatang di Doha dalam beberapa pekan mendatang.

"Namun, ada beberapa perincian yang akan dibahas, dan diskusi ini akan berlangsung dalam putaran perundingan berikutnya dan itu adalah tentang jadwal penarikan pasukan dari berbagai negara dan perincian lainnya," katanya.

Pemerintah AS menyangkal bahwa batas waktu untuk penarikan telah disetujui oleh Taliban.

Pembicaraan terakhir di Doha, di mana Taliban memiliki kantor politik, berakhir pada bulan Maret dengan utusan khusus AS Zalmay Khalilzad mengatakan "langkah nyata" telah dilakukan dalam upaya yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang yang hampir 18 tahun di Afghanistan. Khalilzad, yang memimpin perundingan untuk Washington, mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai kapan AS dan negara-negara lain mungkin meninggalkan Afghanistan.

Pertemuan antara Taliban dan politisi Afghanistan yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan lalu dibatalkan di tengah pertengkaran tentang daftar panjang delegasi Kabul, yang awalnya terdiri dari 250 orang. Konferensi itu akan terpisah dari pembicaraan damai utama AS-Taliban.

Pembicaraan di Doha sejauh ini mengecualikan pemerintah Afghanistan. Kelompok itu telah menolak tawaran pemerintah untuk menghadiri pembicaraan serta tawaran untuk membuka kantor di Kabul, sebagai gantinya mendesak pengakuan internasional atas kantornya di ibukota Qatar.

Kelompok pejuang Taliban baru-baru ini mengumumkan awal serangan musim semi di Afghanistan kendati terlibat dalam pembicaraan damai dengan AS.

Pemerintahan lima tahun Taliban atas setidaknya tiga perempat Afghanistan berakhir setelah invasi pimpinan AS pada tahun 2001, tetapi 18 tahun kemudian, Washington mencari gencatan senjata dengan para jihadis, yang masih mengendalikan petak-petak besar tanah di negara itu. (st/ptv)


latestnews

View Full Version