View Full Version
Kamis, 08 Oct 2009

Seruan Jihad Tokoh Al Qaeda Kepada Muslim Uighur

Dubai - Seorang tokoh militan Al Qaeda mendesak Muslim Uighur di Xinjiang untuk membuat persiapan serius demi sebuah perang suci melawan penindasan pemerintah komunis China dan menyerukan sesama Muslim untuk memberikan dukungan.

Abu Yahya Al-Libi, dalam sebuah video yang diposting oleh sebuah web Islam pada Rabu, memperingatkan pemerintah komunis China atas sebuah nasib yang sama dengan mantan negara adi daya komunis, Uni Sovyet yang hancur sekitar dua dekade lalu.

"Negara atheis sedang menuju kejatuhan. China ini akan menghadapi apa yang menimpa beruang merah Rusia (Uni Sovyet)," katanya dalam sebuah pesan di mana ia menuduh China melakukan pembantaian terhadap Muslim Uighur dan dan berusaha untuk menghilangkan identitas mereka.

Tentara Sovyet menginvasi Afghanistan pada tahun 1979 untuk mendukung pemerintahan marxist melawan pejuang-pejuang Islam, tetapi dapat di kalahkan oleh para pejuang dan akhirnya menarik kembali pasukannya dari Afghanistan pada tahun 1988-1989. al Qaeda kemudian muncul dari kelompok-kelompok yang melawan tentara Sovyet pada saat itu.

Muslim Uighur merupakan penduduk asli Xinjiang, yang di sebut Turkistan oleh kelompok Islam dan memiliki hubungan kebudayaan dengan penduduk Turki di Asia Tengah.

"Tidak ada cara bagi Muslim Uighur untuk menghilangkan ketidakadilan dan penindasan tanpa benar-benar kembali ke agama mereka (Islam) dan..serius mempersiapkan jihad di jalan Allah Yang Maha Kuasa dan membawa senjata mengahadapi penyerbu (China)," katanya.

Ini merupakan kewaijiban bagi tiap Muslim saat ini untuk berdiri di samping saudara-saudara kita yang terluka dan tertindas di Turkistan Timur...dan membantu  mereka dengan segala yang kita bisa," kata Libi.

"Ini merupakan kewaijiban bagi tiap Muslim saat ini untuk berdiri di samping saudara-saudara kita yang terluka dan tertindas di Turkistan Timur...dan membantu  mereka dengan segala yang kita bisa," kata Libi.

Dia juga menuduh pemerintah komunis China menggunakan "cara-cara setan" untuk menindas Muslim di provinsi tersebut dan mengganti mereka dengan etnis lain ketika menjarah kekayaan dan merusak agama serta budaya mereka.

Beijing tidak ingin kehilangan cengkramannya di provinsi Barat jauh, Xinjiang. wilayah luas yang berbatasan dengan Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Kyrgyztan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan dan India. wilayah ini memiliki cadangan minyak melimpah dan merupakan wilayah yang memproduksi gas alam terbesar di China.

Kampanye Kesadaran

Yahya Al Libi mengatakan umat Islam di seluruh dunia harus di sadarkan dengan situasi Muslim Uighur di China.

Yahya Al Libi mengatakan umat Islam di seluruh dunia harus di sadarkan dengan situasi Muslim Uighur di China.

"Berturut-turut pemerintah komunis China telah bekerja keras untuk memotong setiap hubungan antara orang Turkistan yang teraniaya dengan bangsa Muslim," katanya. "Mereka menerapkan (kebijakan) untuk membinasakan dan mengahancurkan mereka sehingga jumlah mereka akan berkurang dan identitas mereka akan hilang."

Pada bulan Agustus lalu, pemimpin sebuah kelompok yang menamakan dirinya partai Islam Turkistan (TIP) mendesak umat Islam untuk menyerang kepantingan China, demi menghukum Beijing atas apa yang dia sebut sebagai pembantaian terhadap Muslim Uighur.

TIP, telah meluncurkan serangan kekerasan sejak dulu dan menuduh Cina melakukan "pembantaian biadab" terhadap Muslim di Xianjiang.

Provinsi tersebut menjadi saksi gelombang kekerasan pada bulan Juli ketika Muslim Uiguhur di serang etnis Han China di Urumqi, ibukota Xinjiang, setelah polisi mencoba membubarkan protes terhadap serangan fatal pada pekerja Uighur di sebuah pabrik di selatan Cina. (aa/reuters).


latestnews

View Full Version