View Full Version
Selasa, 09 Aug 2011

Organisasi Islam Malaysia Dukung Penggerebekan Gereja Oleh Jais

KUALA LUMPUR (voa-islam.com) -  Beberapa organisasi Islam bersatu mendukung penggerebekan yang dilakukan Departemen Agama Islam Selangor (Jais) di sebuah gereja di Petaling Jaya Rabu lalu yang telah memicu huru-hara.

Pemimpin Organisasi Muslim Pertahanan Islam (Pembela) Dr Yusri Mohamed mengatakan hari ini (08/08/2011) bahwa Jais tidak "menyerbu", "menyerang" dan "mendobrak" masuk ke Gereja Methodist Church Damansara Utama (DUMC) seperti yang digambarkan di media.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Jais, alasan untuk inspeksi itu adalah untuk melihat apakah ada Muslim yang hadir selama acara dan untuk memastikan tidak ada pemurtadan terhadap umat Islam," kata Yusri kepada wartawan.

"Operasi itu dilakukan sesuai dengan prinsip dan ketentuan hukum yang ada."

Yusri menambahkan bahwa penggambaran media terhadap operasi tersebut sangat menyesatkan karena Jais telah bernegosiasi dengan penyelenggara amal makan malam di DUMC selama satu jam sebelumnya namun tidak berhasil.

Sekretaris Jenderal Organisasi Muafakat Masyarakat Sejahtera Malaysia (Muafakat) A. Karim Omar mengatakan menurut laporan Jais, "Jais hanya masuk setelah acara itu selesai, bukan selama acara'.

Pembela juga menuduh politisi tertentu campur dengan urusan Islam di luar yurisdiksi mereka dan mengatakan bahwa umat Muslim tidak perlu ragu untuk memikirkan kembali kedudukan politik para pemimpin politik yang mencampuri urusan Islam.

..Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Jais, alasan untuk inspeksi itu adalah untuk melihat apakah ada Muslim yang hadir selama acara dan untuk memastikan tidak ada pemurtadan terhadap umat Islam..

"Pembela tidak menyetujui campur tangan kuat politik dalam urusan Islam oleh para pemimpin politik yang semata-mata didorong oleh kekuasaan.

"Pernyataan Menteri besar Selangor yang 'minta maaf' secara alami adalah disesalkan dan tidak seharusnya diberikan saat penyelidikan masih berlangsung," kata Yusri.

"Juga, pernyataan dari para pemimpin non-Muslim menyakiti umat Muslim dan menggambarkan Islam sebagai agama yang tidak memiliki kedudukan di negara ini.

"Pernyataan seperti ini hanya akan menambah kebingungan dan menyebabkan prasangka antara Muslim dan non-Muslim di negara ini," tambahnya.

Pembela menekankan bahwa urusan Islam diatur dan di bawah yurisdiksi sultan.

"Ini adalah fakta yang harus diterima oleh semua, dan batas-batasnya harus dipahami (dan dipraktekkan) dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami tidak menentang tindakan amal antar agama - pada kenyataannya, ini adalah didorong," kata Yusri, menambahkan bahwa orang harus berhati-hati ketika berhadapan dengan isu-isu yang bisa memecah negeri ini.

"Pembela meminta pemerintah untuk menghentikan perilaku yang memprovokasi dan melemahkan Islam sebagai agama utama negara ini," katanya.

Rabu lalu, Jais menggerebek perayaan makan malam multiras yang dihadiri sekitar 100 orang- termasuk lusinan umat Islam- yang diadakan di Gereje Methodist Damansara Utama Petaling Jaya (DUMC) dengan tujuan demi mencegah pemurtadan terhadap umat Muslim yang diundang hadir dalam acara tersebut. (st/tmi)


latestnews

View Full Version