View Full Version
Senin, 05 Dec 2011

7 Orang Tewas dalam Kontak Senjata di Almaty Kazakhstan

ALMATY, KAZAKHSTAN (voa-islam.com) - Tujuh orang tewas dalam pertempuran senjata, dua anggota Pasukan Khusus Kazakhstan dan lima pejuang Islam, juru bicara untuk kejaksaan agung mengatakan pada hari Ahad. Baku tembak tersebut berlangsung beberapa jam sampai sekitar tengah malam pada hari Sabtu.

Ia juga mengatakan bahwa badan-badan keamanan di Almaty telah meningkatkan kekuatan mereka untuk melawan setiap kekerasan potensial lebih lanjut.

"Pasukan keamanan untuk kota dan daerah Almaty telah diperkuat tetapi situasi di bawah kontrol penuh," kantor berita AFP mengutip perkataan jurubicara tersebut.

"Tidak ada ancaman terhadap populasi atau alasan untuk khawatir."

Bulan lalu seorang pria bersenjata yang diduga anggota pejuang Islam membunuh tujuh orang, lima diantaranya anggota pasukan keamanan, di Taraz Kazakhstan selatan. Kejadian itu merupakan aksi serangan teror terburuk di Kazakhstan dan pemerintah menyebut pelakunya adalah pengikut ajaran jihad.

Patroli-patroli polisi telah ditingkatkan di Almaty sejak itu dan penduduk kota sekarang secara terbuka mendiskusikan kapan militan Islam akan menyerang.

Para pejuang Islam yang gugur dalam operasi hari Sabtu diduga berada di balik pembunuhan dua polisi di Almaty pada bulan Oktober.

Presiden Kazakh Nursultan Nazarbayev yang telah berkuasa sejak kemerdekaan dari Uni Sovyet pada 1991 telah memerintahkan kepolisian untuk mengintensifkan upaya mereka untuk tindakan keras pada pejuang Islam.

Pada bulan OKtober, pemerintah Kazakhztan memberlakukan undang-undang baru yang melarang pendirian ruang ibadah di gedung-gedung pemerintah, sebagai sarana mengurangi ekstrimisme keagamaan.

Tak lama kemudian sebuah kelompok yang menamakan diri sebagai Jund al-Khilafah atau Tentara Khilafah menuntut pemerintah mencabut undang-undang itu.

Tuntutan itu disampaikan dalam sebuah pesan video pendek tak lama sebelum menyatakan bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Atyrau 31 Oktober lalu.

Jund al-Khilafah mengatakan, pihaknya menyerang Kazakhstan karena pihak berwenang di negara itu telah berbuat tidak adil menekan umat Islam. (by/tlgrp)


latestnews

View Full Version