View Full Version
Ahad, 03 Sep 2017

Malaysia Tangkap Seorang pemimpin terkenal Kelompok Pejuang Abu Sayyaf

KUALA, LUMPUR, MALAYSIA (voa-islam.com) - Pihak berwenang Malaysia telah menangkap seorang pemimpin terkenal kelompok pejuang Abu Sayyaf, Filipina, saat negara itu bersiap untuk melakukan tindakan keras terhadap para jihadis.

Seorang sumber polisi di ibukota Kuala Lumpur mengatakan pada hari Ahad bahwa Hajar Abdul Mubin, yang dikenal sebagai Abu Asrie, telah ditangkap dalam sebuah operasi di kota tersebut empat hari yang lalu.

Dia mengatakan tujuh anggota Abu Sayyaf lainnya juga ditangkap dalam penggerebekan tersebut pada 30 Agustus, dan menambahkan bahwa satu adalah orang Filipina seperti Abu Asrie dan enam lainnya adalah warga negara Malaysia dari negara bagian Borneo, Sabah.

Daily Star Malaysia pada awalnya melaporkan penangkapan tersebut.

Abu Sayyaf, yang diketahui melakukan serangan bersenjata, pemboman, pemancungan dan penculikan-untuk-tebusan di bagian selatan Filipina, telah berjanji setia kepada Islamic State (IS), yang saat ini beroperasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Para pejuang yang setia kepada IS berhasil merebut wilayah yang luas di Filipina selatan pada bulan Mei, membuat pemerintah melancarkan tindakan keras di kota Marawi dan daerah-daerah lain di hampir sepertiga negara di selatan.

Pertempuran berlanjut selama 100 hari, dan militer mengklaim sekitar 620 anggota afiliasai IS gugur sementara dari tentara lebih dari 130 prajurit dan polisi serta 45 warga sipil tewas.

Pemerintah di Asia Tenggara telah memantau perluasan aktivitas Abu Sayyaf di wilayah tersebut. Mereka khawatir terdesaknya IS di Irak dan Suriah dapat menyebabkan peningkatan militansi di negara mereka.

Malaysia, sebuah negara yang didominasi Muslim, berbagi perbatasan maritim berpori dengan Filipina di wilayah Sabah. Pihak berwenang telah mengintensifkan tindakan keras terhadap elemen jiadis  karena banyak warga yang sebelumnya bergabung dengan IS akan pulang dari Timur Tengah.

Sekitar 250 orang ditangkap antara tahun 2013 dan 2016 karena dicurigai memiliki hubungan dengan IS di Malaysia. (st/ptv)

foto: Ilustrasi


latestnews

View Full Version