View Full Version
Senin, 22 Apr 2019

Polisi Sri Lanka Tangkap 24 Orang Terkait Serangan Bom di Gereja dan Hotel

KOLOMBO (voa-islam.com) - Polisi Sri Lanka telah menangkap dua puluhan orang sehubungan dengan serangkaian serangan bom di beberapa gereja dan hotel yang telah merenggut nyawa setidaknya 290 orang.

Negara itu pada Ahad kemarin mencekam setelah delapan ledakan yang tampaknya terkoordinasi menghantam gereja-gereja yang dipenuhi para jemaat serta hotel-hotel mewah di ibukota Kolombo, kota Negombo dan Batticaloa.

Polisi mengumumkan peningkatan dramatis dalam jumlah kematian pada Senin pagi, mengatakan sekitar 500 orang juga terluka dalam serangan itu, yang terburuk dari jenisnya sejak akhir perang saudara yang menghancurkan Sri Lanka satu dekade lalu.

Ada 32 orang asing di antara mereka yang tewas, termasuk warga negara dari Inggris, Amerika Serikat, Turki, India, Cina, Denmark, Belanda dan Portugal.

Tiga petugas polisi juga tewas beberapa jam setelah serangan itu, ketika mereka menggerebek sebuah rumah di Kolombo. Polisi melaporkan terjadi ledakan di rumah itu.

Belum ada klaim pertanggungjawaban langsung, tetapi polisi mengatakan mereka telah melakukan 24 penangkapan sehubungan dengan pertumpahan darah yang telah terjadi.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini nama-nama yang muncul adalah warga lokal, tetapi para penyelidik akan memeriksa apakah tersangka penyerang memiliki hubungan ke luar negeri.

Sebuah memo intelijen tentang kemungkinan serangan telah beredar 10 hari sebelumnya, menimbulkan pertanyaan tentang apakah tindakan pencegahan dapat dilakukan.

"Tindakan serius perlu diambil mengapa peringatan ini diabaikan," ujar Menteri Telekomunikasi Sri Lanka, Harin Fernando, dalam twitnya bersama dengan foto memo itu. Dokumen berupa memo itu berjudul "Informasi tentang dugaan serangan rencana," bertanggal 11 April dan ditandatangani oleh Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Priyalal Dissanayake.[prtv/fq/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version