View Full Version
Selasa, 18 Jun 2019

Para Petinggi Turki Ucapkan Bela Sungkawa atas Meninggalnya Mursi

ANKARA (voa-islam.com) - Pejabat di Turki pada hari Senin kemarin, ramai-ramai di twitter menyampaikan simpati mereka atas kematian Presiden Mesir yang digulingkan Muhammad Mursi.

Direktur Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Mesir dan dunia Muslim.

"Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis Muhammad Mursi yang digulingkan oleh kudeta berdarah di depan mata seluruh dunia meninggal di ruang sidang. Semoga dia beristirahat dalam damai," katanya.

"Saudaraku, kamu bebas! Semoga kamu beristirahat dalam damai! Semoga Tuhan mengistirahatkan jiwamu !," kicau Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul di Twitter.

Ketua Parlemen Mustafa Sentop menyatakan kesedihan mendalam atas kematian Mursi, yang datang di ruang sidang di mana ia menghadapi banyak tuduhan.

"Belasungkawa kepada orang-orang Mesir, dunia Islam dan semua orang yang tertindas. Saya percaya bahwa perjuangannya dan hidupnya akan membimbing mereka yang mengikutinya," tulis Sentop di situs microblogging tersebut.

"Mursi dan teman-temannya adalah pemenang sebelum keadilan dan sejarah direbut oleh pecundang. Mursi adalah pemimpin hebat yang memiliki keberanian untuk berdiri di sisi legitimasi. Mursi dipenjara, tetapi lebih bebas daripada mereka yang memenjarakannya," tulis Sentop.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan: "Perjuangan demokrasi, perjuangan mencari hak dan perjuangan orang-orang yang tertindas terhadap penganiayaan memiliki syuhada lain hari ini. Tentu saja akan ada yang lain, tetapi tidak ada yang akan dilupakan."

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga menyampaikan belasungkawa.

"Kudeta membawanya pergi dari kekuasaan, tetapi ingatannya tidak akan dihapus dari hati kita. Umat tidak akan melupakan sikap tegasnya! Beristirahatlah dengan tenang, Mursi," tulis Cavusoglu.

Ketua Komite Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Numan Kurtulmus menyebut Mursi sebagai "syuhada" yang telah dipilih oleh suara sah rakyat Mesir dan menyatakan belasungkawanya.

"Presiden pertama Mesir yang terpilih, Muhamamd Mursi, diadili di ruang sidang di bawah kendali junta setelah kudeta yang tidak bermoral dan melanggar hukum. Dia menjadi syuhada di ruang sidang," kata juru bicara Partai AK Omer Celik.[fq/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version