View Full Version
Rabu, 16 Oct 2013

Hari Raya Idul Adha, Rezim Assad Bombardir Muslim Sunni Suriah

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Di saat umat Muslim di seluruh dunia tengah bergembira merayakan Idul Adha, Muslim Sunni di Suriah justru harus meregang nyawa menyusul bombardir angkatan udara rezim Syi'ah Bashar Al-Assad terhadap mereka tepat di hari raya.

Jet-jet tempur dan helikopter militer angkatan udara Suriah membombardir daerah-daerah yang dikuasai pejuang oposisi di seluruh negeri pada hari Selasa (15/10/2013), disaat umat Muslim merayakan hari pertama perayaan Idul Adha.

Tidak ada jeda dalam kekerasan yang telah merobek-robek bagian Suriah dan membagi Timur Tengah antara Muslim Sunni yang mendukung pemberontakan melawan rezim Damaskus dengan penganut Syi'ah yang mendukung Bashar Al-Assad, meskipun permohonan gabungan dari organisasi Arab dan Muslim regional untuk menandai kesempatan hari raya Idul Adha dengan gencatan senjata.

Para aktivis mengatakan, pesawat tempur rezim Assad membom sasaran di kubu pejuang oposisi di timur dan selatan ibukota. Video rekaman yang diunggah di internet menunjukkan ledakan dan kolom asap tebal membumbung di atas kota Daraya, di tepi barat daya Damaskus.

Pejuang oposisi membalas serangan rezim Suriah dengan menembakkan roket dan mortir ke kota tua dan distrik Mazraa di pusat kota, kata para aktivis.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang memonitor kekerasan di Suriah melalui jaringan aktivis dan sumber-sumber medis dan militer, juga mengatakan helikopter angkatan udara Suriah melaksanakan 11 serangan bom di kota oposisi Latamna di provinsi Hama.

Dikatakan helikopter Suriah menjatuhkan bom-bom rakitan besar atau disebut bom barel, di kota itu. Tiga anak tewas dalam salah satu gelombang awal pemboman. katanya.

Observatory mengatakan  setidaknya 115.000 tentara, pejuang oposisi dan warga sipil telah tewas dalam 2 1/2 tahun perang saudara yang juga telah mendorong 2,1 juta warga Suriah mencari perlindungan di luar negeri dan jutaan lagi tidak mempunyai tempat tinggal di dalam negara mereka. (an/tds)


latestnews

View Full Version