View Full Version
Kamis, 19 Jul 2012

Pesan Ramadhan Ustadz Ba'asyir untuk Umat Islam dan Para Pejuang

JAKARTA (voa-islam.com) - Bagaimana kabar ustadz Abu Bakar Ba’asyir menjelang Ramadhan tahun ini? Saat dibesuk di sel Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan pada hari Selasa (17/7/2012), beliau dalam keadaan sehat wal ‘afiat.  “Alhamdulillah, lebih banyak sehatnya daripada sakitnya,” kata ulama sepuh tersebut.

Seperti biasa, situasi di sel Bareskrim dipadati pembesuk yang datang dari Jakarta maupun berbagai daerah. Di dalam sel tersebut ustadz Abu memberikan taushiyahnya kepada para pembesuk yang ingin bersilaturahmi.

Siang itu, ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang mengenakan pakaian serba putih sedang menjalankan puasa Dawud, namun ia  sama sekali tak terlihat lelah, bahkan tetap bersemangat menyampaikan taushiyah.

Menjelang Ramadhan 1433 H, menginjak tahun ketiga yang ustadz Abu Bakar Ba'asyir jalani di balik terali besi, tak lupa ia menitipkan pesan kepada voa-islam.com untuk disampaikan kepada umat Islam.

Ia berpesan kepada seluruh umat Islam agar meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan. Ia juga menganjurkan untuk melaksanakan i’tikaf pada 10 hari terakhir.

“Kepada umat Islam di bulan Ramadhan supaya meningkatkan ibadah. Karena bulan Ramadhan itu bulan suci yang semua pahala ibadahnya lebih besar daripada bulan-bulan lainnya, terutama di dalam 10 hari terakhir supaya umat Islam meningkatkan ibadahnya dengan i’tikaf,” tutur ustadz Abu dengan penuh perhatian.

Selanjutnya, kepada para pejuang Islam supaya meningkatkan dakwahnya untuk berusaha keras menegakkan daulah Islamiyah di Indonesia dalam rangka mengamalkan tauhid yang benar

Selain itu, secara khusus ustadz Abu juga berpesan kepada para pejuang di jalan Allah untuk meningkatkan perjuangannya dalam rangka menegakkan daulah Islamiyah.  

“Selanjutnya, kepada para pejuang Islam supaya meningkatkan dakwahnya untuk berusaha keras menegakkan daulah Islamiyah di Indonesia dalam rangka mengamalkan tauhid yang benar. Jadi disamping meningkatkan ibadahnya juga meningkatkan perjuangannya,” ujar ulama yang kini menjalani vonis zalim 15 tahun penjara.

Terakhir ia mengimbau agar buku-buku yang ditulisnya di dalam penjara dipelajari dan didakwahkan ke berbagai kalangan, demikian pesan beliau. [El Raid]


latestnews

View Full Version