View Full Version
Sabtu, 18 Apr 2026

Tak Sekadar Silaturahmi, DDII Siapkan Peta Jalan Menuju Indonesia 2045

Jakarta (voa-islam.com)--Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447H/2026 M pada Sabtu, 18 April 2026 atau 1 Dzulqaidah 1447 H.

Acara yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 Masjid Al Furqan, Gedung DDII Jl. Kramat Raya No. 45, Senen, Jakarta Pusat itu dihadiri sekitar lima ratus peserta dari unsur pengurus pusat, pembina serta pengawas DDII dan utusan dari pengurus wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu hadir pula sejumlah tokoh dan perwakilan dari ormas Islam lainnya.

Tokoh senior DDII yang hadir di antaranya KH A. Cholil Ridwan dan KH Abdul Wahid Alwi. Hadir juga seorang dai DDII yang bertugas di Timor Leste, yakni Ustaz Muhammad Ar Rois, yang ditugaskan oleh Allahyarham Mohammad Natsir sejak 1981 silam. 

Dari unsur pejabat negara dan tokoh nasional hadir Menko Hukum, HAM dan IMIPAS Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Presiden PKS 2020-2025, Ahmad Syaikhu.

Ketua Pembina DDII KH Didin Hafiduddin dalam sambutannya menegaskan, haflah dan silaturahmi yang dilakukan DDII bukanlah sekadar melakukan tradisi tetapi merupakan momentum yang memiliki beberapa tujuan.

Di antara tujuan dilakukannya haflah dan silaturahmi, lanjut Kiai Didin, adalah sebagai sarana untuk penyucian jiwa (tazkiyatun nufus).

“Melalui kegiatan ini kita hilangkan hasad dan dengki. Kita saling memaafkan, mendoakan dan menasihati,” ungkap Guru Besar Emeretus UIKA Bogor itu.

Tujuan lainnya, adalah untuk melakukan penguatan jamaah dakwah dan rebuilding serta positioning dakwah Islamiyah. Dengan haflah dan silaturahim Kiai Didin berharap ukhuwah Islamiyah akan semakin kokoh dan semakin dihayati agar persatuan dan kesatuan umat semakin kuat dan solid.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini menegaskan komitmen organisasi untuk mendorong terwujudnya Indonesia adil dan makmur pada 2045. Ia menyebut Dewan Dakwah telah memiliki peta jalan jangka panjang.

“Kami fokus 25 tahun ke depan. Siapapun presidennya, Dewan Dakwah punya roadmap sendiri menuju Indonesia adil makmur 2045,” ujarnya.

Selain itu, Dewan Dakwah juga telah meluncurkan dua buku elektronik yang memuat gagasan strategis organisasi, yakni “Pengokohan Peta Jalan Menuju Indonesia 2045” dan “Indonesia di Era Presiden Prabowo: Bangkit Sekarang atau Terpuruk Kemudian”.

Dalam paparannya, Dr. Adian menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keIslaman sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia mengusulkan agar konsep Indonesia Maju tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembinaan akhlak masyarakat.

Ia juga menyebut sejumlah tantangan dakwah yang masih relevan, seperti sekularisme, kristenisasi, dan nativisasi, yang menurutnya perlu direspons dengan pendekatan yang konstruktif.

Dr. Adian optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara kuat, didukung oleh tingkat religiusitas masyarakat yang tinggi, kekayaan sumber daya alam, tradisi dialog, serta fondasi ideologi negara.

“Indonesia punya semua modal untuk menjadi bangsa besar. Tinggal bagaimana potensi itu dikelola dengan benar,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, kembali mengemuka dukungannya atas gagasan DDII agar tanggal 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI dan Mohammad Natsir sebagai Bapak NKRI. Sebelumnya DDII telah membuat petisi dukungan terhadap dua hal tersebut dan ditandatangani oleh hampir 5.000 orang. *[Ratna Rose]


latestnews

View Full Version